Ada yang Jual Tanah Kaveling pada Anda? Pertimbangkan 6 Hal Ini!


Membeli tanah kaveling itu harus melewati beberapa pertimbangan dulu. Jangan asal-asalan. Beli tanah bukan seperti beli benda lainnya. Selain itu, toh, bagi yang jual tanah kaveling, tujuan mereka itu yang penting “terjual”. Jadi Anda tetap memiliki hak penuh untuk memilih dan menimbang-nimbang. Terutama kalau tanah kaveling itu berada di perkotaan. Apa saja yang harus dipertimbangkan?

Jual Tanah

  1. Ada Sertifikat Tanahnya atau Tidak

Tanah yang bersertifikat ini sangat penting kedudukannya. Ketika belum punya, Anda patut curiga. Jangan-jangan itu tanah orang lain yang dijual. Bisa pula jangan-jangan itu tanah yang sering dijadikan sengketa. Adanya sertifikat HGB atau Hak Guna Bangunan saja tidak cukup. Soalnya HGB itu belum memiliki kedudukan hukum yang kuat.

Dengan kata lain HGB masih sama statusnya dengan sewa dan belum berdiri sendiri. Sertifikat yang harus ada itu SHM. Soalnya SHM itu bisa dipindahtangankan. Sementara HGB tidak. Kalau toh tidak ada SHM, diskusikan dengan developer atau agen properti dan tanyakan, “siapa  yang akan meningkatkan status lahan dengan SHM (Sertifikat Hak Milik)?

  1. Selidiki tentang Latar Belakang Tanah

Dalam ilmu fengsui, latar belakang tanah itu memiliki kedudukan yang sangat penting. Hal ini berkaitan dengan masa depan tanah yang akan Anda beli. Pertimbangkan, apakah dulunya tanah itu bekas sawah atau kuburan atau yang lain. Kalau untuk investasi, tanah bekas kuburan itu tidak direkomendasikan. Kenapa?

Taruhlah Anda pada waktu tanah sudah terbeli. Kemudian Anda mendirikan bangunan untuk indekos atau semacamnya. Awalnya mungkin oke-oke saja. Akan tetapi, ketika para penghuni tahu kalau bangunan Anda berdiri di atas tanah kuburan, bukan tidak mungkin mereka akan angkat kaki. Jadi pilih yang bekas sawah atau kebun. Jangan kuburan.

  1. Sering Dilanda Bahaya atau Tidak

Kalau yang ini, Anda tidak perlu tanya-tanya dengan yang jual tanah bidikan Anda. Cukup telusuri saja berita-berita yang bertebaran di internet atau mungkin lewat dokumentasi televisi. Paling bagus itu cari saja di internet dengan mengetikkan beberapa kata kunci yang berhubungan dengan seringnya tanah di daerah itu dilanda bahaya atau tidak.

Katakanlah seperti gempa bumi, banjir, ataupun longsor. Kalau di kota, hal yang biasa terjadi itu banjir. Frekuensinya lebih banyak dari gempa bumi dan longsor. Kalau di desa, frekuensi terbesarnya itu longsor, tetapi jarang dimuat dalam berita di internet. Jadi Anda telusuri yang pertama saja. Biasanya banyak informasi berkaitan yang bertebaran.

  1. Potensi Perkembangan Investasi Tanah

Ada satu hal yang perlu dijadikan pertimbangan dalam menilai kadar investasi suatu lahan di masa depan. Apa itu? Aktivitas infrastruktur di daerah tempat tanah itu dijual. Lokasi yang berkembang menjadi lahan yang sangat potensial ketimbang yang sudah betul-betul maju. Ketika pembangunan infrastruktur rajin dilakukan, ini jadi sinyal baik untuk Anda.

Pada daerah yang berkembang, rata-rata harga tanah yang dijual tidak terlalu mencekik. Berbeda dengan tanah yang berada di kawasan daerah maju. Nilai jual untuk tanah di daerah berkembang akan naik secara signifikan per tahunnya. Para penghuni baru pun akan mudah berdatangan. Ketika belum terlalu ramai, sebisa mungkin Anda ambil start.

  1. Apakah Akses Jalannya Sulit atau Mudah

Poin ini masih berhubungan dengan poin nomor 5. Tanah yang potensial pasti diiringi dengan akses jalan untuk kebutuhan transportasi yang mudah. Ketika ada yang jual tanah pada posisi seperti ini, sabet saja sebelum disabet orang lain. Selagi Anda masih memiliki banyak uang. Jangan ditunda-tunda lagi.

Barangkali pada waktu Anda membeli, akses jalannya masih agak kacau. Katakanlah masih bertanah, banyak lubang, dan sebagainya. Akan tetapi, kalau jalanan itu merupakan jalan utama ataupun jalan alternatif, kapan-kapan bisa saja kendala itu akan diatasi oleh pemerintah. Sebelum material dan tetek-bengek-nya mahal, beli saja tanah itu.

  1. Periksa Soal Batas Tanah

Sebagaimana yang sudah dijelaskan di awal tadi, tanah kaveling itu merupakan tanah yang terpetak-petak. Tidak bulat dan semacamnya. Biasanya pada penjual tanah kaveling akan memberikan gambaran tentang lokasi tanahnya. Kalau Anda tidak waspada, nanti bisa kena kasus sengketa lahan. Kenapa ini bisa terjadi?

Soalnya ada ketidakcocokan antara gambar dengan kenyataan. Sebisa mungkin, lakukan survei. Kemudian ukur sendiri atau minta bantuan orang terpercaya untuk mengukur lokasi. Apakah sesuai dengan yang ada di gambar atau tidak. Jadi semuanya harus jelas dan presisi. Tidak boleh ada kejanggalan yang dimaklumi.

Ketika pihak yang jual tanah menyetujui upaya pertimbangan Anda, itu kabar bagus. Kalau pihak penjual tidak membolehkan, silakan cari tanah bebas lainnya. Toh, sekarang masih banyak yang jual tanah dengan harga yang wajar. Hanya saja, dalam upaya pertimbangan tadi, lakukan secara natural. Jangan sampai ada kesan Anda mencurigai pihak penjual.

Have any Question or Comment?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *