Ingin Pindah Memakai AC Inverter? Cek Dulu Kelebihan dan Kekurangannya


Pada artikel kali ini kami akan menjelaskan kepada Anda beberapa kelebihan dan kekurangan dari menggunakan sebuah AC Inverter dan perbandingannya ketika menggunakan AC non inverter. Bagi Anda yang masih belum mengerti dan belum paham dengan hal tersebut, maka cocok untuk menyimak beberapa pembahasan pada artikel berikut ini.

Kelebihan utama dari penggunaan AC Inverter yang seringkali dijelaskan banyak artikel adalah kontribusinya untuk bisa menghemat pemakaian daya listrik hingga 40%. Apakah itu benar? Jawabannya dapat dipastikan Ya. Namun, hal itu akan terbukti ketika pemakaian AC yang Anda setiap harinya dilakukan dengan jangka waktu lama. Apa arti jangka waktu lama di sini? Maksudnya ruangan yang Anda pasangi penyejuk ruangan inverter selalu dipakai lebih dari 4 jam.

Lalu, apa alasan sebenarnya kalau teknologi inverter dikatakan lebih menghemat listrik? Untuk menjawabnya Anda perlu dijelaskan terlebih dahulu tentang sistem kerja pendingin ruangan inverter. Jadi, AC jenis ini ketika pertama kali akan langsung bekerja maksimal untuk mencapai suhu yang diinginkan atau di atur pada remote. Kemudian setelah tercapai, kompressor AC akan menurunkan kinerjanya dan menjaga kestabilan suhu ruangan.

Konsumsi listriknya pun mengecil, karena kompressor pada unit inverter hanya bertugas mempertahankan suhu tetap stabil. Di mana kompresor akan terus bekerja dan tidak mati hidup seperti AC konvensional. Di mana, selanjutnya kebutuhan sebuah total daya listrik dalam sepanjang pengoperasian menjadi lebih rendah. Selain akan jauh lebih banyak hemat listrik, teknologi inverter ini juga lebih memberikan kenyamanan dan pendinginan yang juga ter-control sesuai dengan keinginan atau yang di targetkan.

Bisa jadi Anda belum puas dengan jawaban tersebut. Sebab muncul lagi pertanyaan, sebenarnya apa perbandingan inverter dan non inverter? Untuk lebih jelas mengetahuinya tanpa sekadar menebak-nebak, berikut adalah daftar yang perlu Anda baca:

  1. Kompresor mati-hidup. Jenis pendingin udara standar atau non inverter, secara otomatis kompresor akan bekerja hingga derajat kesejukan yang diinginkan pengguna tercapai. Saat ini terjadi, kompresor juga akan secara  otomatis mati, kemudian menyala kembali saat terjadi kenaikan suhu hingga beberapa derajat tertentu. Bekerjanya kompresor yang mati-hidup ini akan berlansung secara berulang sepanjang pemakaian. Karena itu, tipe inverter dianggap lebihhemat listrik. Sebab aktivitas mati-hidupnya kompresor ini menjadi penyebab tingginya daya listrik yang diperlukan.
  1. Lebih hemat dan dingin. Karena konsumsi daya listriknya yang stabil, maka pendingin udara jenis inverter lebih hemat. Sedangkan untuk tipe non inverter, konsumsi listrik akan terjadi sebaliknya. Selain itu, inverter dianggap lebih dingin karena bekerja lebih maksimal untuk mencapai suhu yang diinginkan dan menjaga suhu tetap stabil.

Dengan banyaknya keunggulan, jenis pendingin udara inverter pun memiliki beberapa hal yang dianggap menjadi kekurangannya. Apa saja, berikut adalah daftarnya:

  1. Harga unit jauh lebih mahal
  2. Biaya untuk merawat jauh lebih mahal dibanding AC jenis lain

Nah, setelah mengetahui kelebihan dan kekurangan tipe inverter dengan non inverter, Anda dapat memilih dan memiliki AC dengan tepat sesuai kebutuhan. Tapi ketika Anda ingin AC inverter yang tidak berisik, lebih dingin, dan memiliki banyak keunggulan lain, maka AC Gree Inverter – Silent King (GEE) adalah pilihan tepat. Inverter dari Gree ini memiliki teknologi canggih yang dapat menjaga suhu ruangan tetap dingin. Pasalnya tipe ini memiliki tiga mode tidur, seperti mode tidur siang, mode tidur nyaman, dan mode bangun tidur.

Have any Question or Comment?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *